Malaikat
Maut sempat menangis saat mencabut nyawa seorang wanita. Kisahnya yang
mengharukan terdaftar dalam Tadzkirah oleh Imam Qurthubi.
Bahkan juga mesikipun Malaikat Maut iba juga, faktor seperti itu takkan menunda ke'ma'ti'an yang telah dijadwalkan oleh Allah Subhanahu wa Ta’la.
Tetapi,
kami juga tidak bisa begitu takut dengan hari esok anak-anak dan
keturunan kita. Mereka nasib, tumbuh dan besar tidaklah lantaran kami
tetapi atas kehendak Allah Subhanahu wa Ta’ala. Seperti cerita di atas,
bahkan juga ditinggal oleh orangtuanya walau, Allah yang bakal bikin
perlindungan mereka.
Yang
sehingga butuh kami buat persiapan dan lebih kami perhatikan yaitu bekal
kami hadapi ke'ma'ti'an. Siapkah kami hadapi alam barzakh. Siapkah kami
hadapi hari kebangkitan. Siapkah kami hadapi yaumul hisab waktu semua
amal kami dibuka di hadapan semua makhluk. Telahkah kami fikirkan, bila
Malaikat Maut datang lewat tutorial mendadak pada kita, di mana rumah
kami nantinya ; surga alias neraka?
