Memiliki kekasih yang sangat kaya raya, Xian Ji
terus menerus meminta pacarnya membelikan rumah dan mobil untuk dirinya.
Bukan tanpa alasan, tujuan wanita ini terus-terusan minta dibelikan
rumah adalah agar
dirinya tidak tinggal bersama-sama dengan mertuanya.Hari-hari berlalu, ketika malam tiba, Xian Ji memiliki kebiasaan bermain
Smartphone sebelum tidur, dan kebetulan pada malam itu mendadak ada
orang masuk kedalam kamarnya, karena merasa kaget Xian Ji pun langsung
menyembunyikan
smartphonenya dan pura-pura tertidur, namun karena rasa penasaran, ia mengintip sedikit dari balik selimut dan mengetahui bahwa yang masuk kedalam kamarnya ialah sang ibu mertua.Mendengar cerita dari suaminya tersebut, Xian Ji pun hanya bisa tertunduk haru dan menangis, dirinya tidak
menyangka telah memiliki prasangka buruk pada mertuanya, padahal sang mertua sudah menganggapnya seperti anak sendiri dan rela bangun tiap malam hanya untuk memastikan kakinya terselimuti dengan benar.
smartphonenya dan pura-pura tertidur, namun karena rasa penasaran, ia mengintip sedikit dari balik selimut dan mengetahui bahwa yang masuk kedalam kamarnya ialah sang ibu mertua.Mendengar cerita dari suaminya tersebut, Xian Ji pun hanya bisa tertunduk haru dan menangis, dirinya tidak
menyangka telah memiliki prasangka buruk pada mertuanya, padahal sang mertua sudah menganggapnya seperti anak sendiri dan rela bangun tiap malam hanya untuk memastikan kakinya terselimuti dengan benar.
